Pengertian dan Tanggung Jawab Kepemimpinan

 Jika membahas tentang semua hal yang berkaitan erat dengan definisi dan pengertian tentang kepemimpinan dalam kaitannya ilmu manajemen, kita dapat mengambil referensi dari pendapat para ahli di bidang organisasi seperti berikut.
Para ahli dalam bidang organisasi pada umumnya mengajukan pengertian tersendiri mengenai kepemimpinan. Kepemimpinan didefinisikan dalam cirri individual, kebiasaan dan cara mempengaruhi orang lain, interaksi, kedudukan dalam administrasi dan persepsi mengenai pengaruh yang ada. Ada beberapa pendapat yang diungkapkan oleh para ahli mengenai definisi kepemimpinan, yaitu sebagai berikut :

Menurut Gibson, Ivansevich, dan Donnely yang dialihbahsakan oleh Djoerdan Wahid S.H.
Kepemimpinan adalah suatu usaha untuk mempengaruhi orang atau perseorangan (interpersonal) lewat proses komunikasi untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan”.

George R. Terry yang dialihbahasakan oleh Winardi.
Kepemimpinan adalah hubungan dimana suatu orang yakni pemimpin mempengaruhi pihak lain untuk bekerjasama secara sukarela demi usaha mengerjakan tugas yang berhubungan untuk mencapai hal yang diinginkan oleh pemimpin tersebut”.

Menurut Kol. Kal Susilo Martoyo, S.E. (1992:1510)
Kepemimpinan adalah keseluruhan aktivitas dalam mempengaruhi orang-orang agar mau bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang memang diinginkan”.

Tanggung Jawab Kepemimpinan
Kepemimpinan yang juga merupakan seni dalam mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama untuk mencapai tujuan, memerlukan tanggung jawab orang yang berfungsi sebagai pemimpin. Menurut Drs. Hidjirachman Ranupandojo et.AL., dengan mengutip pendapat Robert C. Miljus dalam buku “Effective Leadership and the motivation of Human Resources" (1992:152) mengatakan bahwa tanggung jawab para pemimpin adalah sebagai berikut :
  1. Menentukan tujuan pelaksanaan kerja realitas (dalam artian kuantitas, kualitas, keamanan dan sebagainya)
  2. Melengkapai para karyawan dengan sumber-sumber dana yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya.
  3. Mengkomunikasikan pada karyawan tentang apa yang diharapkan dari mereka.
  4. Memberikan susunan hadiah yang sepadan untuk mendorong prestasi.
  5. Mendelegasikan wewenang apabila diperlukan dan mengundang partisipasi apabila memungkunkan.
  6. Menghilangkan hambatan untuk pelaksanaan pekerjaan yang efektif.
  7. Menilai pelaksanaan pekerjaan yang menkomunikasikan hasilnya.
  8. Menunjukan perhatian pada karyawan.

Yang terpenting dalam tanggung jawab adalah memadukan seluruh pekerjaan kegiatan dalam mencapai tujuan organisasi tersebut seharmonis mungkin sehingga tercapainya tujuan organisasi yang efektif dan efesisen.

Wewenang Kepemimpinan
Wewenang kepemimpinan dapat diperoleh dari dua sumber, yaitu :
  1. Top Down Authority (Penetapan dari atas.
  2. Kewenangan memimpin atau memerintah diberukan oleh atasannya.
  3. Bottom Up Authority (Penetapan dari bawah).
Pimpinan dipilih dan diterima oleh mereka yang menjadi bawahannya.Dengan demikian bawahan akan menghargai wewenang itu karena mereka memiliki respek pribadi untuk menghargai orang yang telah dipilih mereka menjadi pemimpin yang memiliki wewenang.

0 comments:

Poskan Komentar

Berlangganan via email

Masukkan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Catatan Terbaru